Pengikut

Rabu, 22 November 2017

Renungan bocah bodoh kepada ayah dan ibunya

Faruq. Semenjak kecil saya hidup dalam pelukan orangtua , di besarkan dengan cinta , tanggung jawab , bahkan secara jelas salah pun aku masih benar tak bersalah di mata orangtua saya. Dengan adanya hal kecil yang membuat buta mata dan hati saya . Diam tak berbicara bahkan tuli untuk mendengarkan tentang kata cintanya lagi. Kini aku merasa sendiri ketika aku jauh . Ingin sesekali berbisik pada telinganya . Ayah, ibu , aku tau kalau aku salah,dosa,hina. Tapi tak terfikir oleh ku tindakan bodoh ini yang hanya bisa membuat pikiranmu dan hatimu cemas. Yah, bu . Q mintak maaf dengan tulus ikhlas . Malu rasa hati ini bila tak sempat aku meminta maaf buat ayah dan ibu. Yah,bu . Bukan ini yang aku mau . Aku ingin tidur di pangkuanmu seperti hari kemarin . Tak rela rasanya aku ini beranjak dewasa jika aku tau akan seperti ini jadinya. Bodoh, tak berguna. Yah , bu aku minta maaf dengan keilkhasn mu memaafkan. Jika waktu bisa aku atur.  Serasa diri tak mau dewasa agar selalu tertidur dalam pangkuanmu. Yah,bu. Maaf

Kamis, 10 Agustus 2017

KENALI DIRI GARI ALAM

saya hanya anak biasa yang cuma ingin hoby yang berbeda.  sering d bully ketika teman saya pergi dengan hobynya yang menurut mereka-mereka mewa, waw, luar biasa. ketika q ingin menyalurkan hoby ku , temen-temen hanya memandang sebelah mata atas kemampuan ku. saat aku di tawarin ikut muncak , hal pertama yang ada di benak saya adalah.'' mampu kah saya mencampai punak gunung tanpa membebani temen saya.''. semua terjawab dengan jelas bahwa saya benar-benar mampu , bangga atas niat saya untuk menjawab pertanyan yang selalu ada dalam pikiran ku. dan kini aku mengenali diriku sendiri dengan sebutan anak alam.
dan itulah awal dari cerita ku hingga aku benar-benar percaya diri